Saturday, May 14, 2011

Tentang Mencari Kepandaian dan Kekayaan

Memang benar, bahwa orang yang hendak menggapai kepandaian yang tinggi, tidak ada jalan lain kecuali bertindak sabar. Bagaikan mendaki sebuah puncak gunung, tak dapat dicapai dengan tergesa-gesa.
Bulanpun bertambah besar dengan sedikit demi sedikit. Pohon beringinpun berasal dari biji yang sangat kecil, dan tidak menjadi besar seketika. Demikian pula, lebah menghisap madu dengan sedikit-sedikit, teratur, sehingga banyak terkumpul. Orang yang berusaha dengan tak henti-henti akan berhasil dan akhirnya menjadi sempurna.
Segala kepandaian, walau tampak tak berharga, hendaknya dipegang kuat-kuat. Lihatlah si pedagang yang menyimpan baik-baik bermacam-macam barang. Untuk mendapatnya, ia harus pergi ke berbagai daerah juga negeri. Maksudnya ialah agar tidak ada yang kurang bila ada orang yang hendak membelinya. Sesudah banyak hartanya, apa saja yang dikehendakinya dapat terlaksana, tetapi tiada henti juga ia mencari barang-barang yang bernilai tinggi, agar ia senantiasa dapat berhasil dalam melaksanakan berbagai-bagai pekerjaan yang utama. Dia mengatakan, “Agar dapat menemukan kehidupan laksana permata tiada tara.”
Namun, tidak ada kepandaian dan kekayaan yang betapapun baiknya, melebihi perbuatan yang baik. Sesungguhnya, emas, permata, perhiasan, semuanya dapat binasa. Begitu juga istri, anak, sanak saudara dan teman akan terpisah pada suatu ketika…