Tuesday, May 17, 2011

SLAMETAN, BANCAKAN, KENDUREN

Slametan adalah upacara sedekah makanan dan doa bersama yang bertujuan untuk memohon keselamatan dan ketentraman untuk keluarga yang menyelenggarakan. Biasanya untuk pendirian rumah baru, keberangkatan anak yang mau sekolah ke luar daerah, ujub weton, dan sebagainya. Harapan pada masa depan yang lebih cemerlang, di samping harus dilakukan dengan pendekatan yang ilmiah, rasional, dan yang serba kasat mata, perlu juga dilakukan pendekatan adikodrati atau supranatural yang bersifat spiritual. Upacara slametan termasuk kegiatan batiniah yang bertujuan untuk mendapatkan rahmat dari Tuhan. Kegiatan ini menjadi tradisi hampir di seluruh kehidupan pedusunan Jawa. Bahkan ada yang meyakini bahwa slametan adalah syarat spiritual yang wajib dilakukan, sebab jika dilanggar akan mengakibatkan ketidakberkahan atau bencana.

Bancakan adalah upacara sedekah makanan karena suatu hajat leluhur, yaitu yang berkaitan dengan masalah dum-duman / pembagian atas kenikmatan, kekuasaan dan kekayaan. Maksudnya, agar terhindar dari konflik yang disebabkan oleh pembagian yang telah dilakukan. Acara bancakan sering digunakan dalam acara pembagian warisan, sisa hasil usaha, dan keuntungan perusahaan. Harapannya agar masing-masing pihak merasa dihargai hak dan jerih payahnya, sehingga solidaritas anggota dapat terjaga. Di mana-mana solidaritas mudah dibangun dalam situasi anggotanya sama-sama terjepit. Akan tetapi sulit dicapai dalam masa pembagian keuntungan, karena orang cepat lupa diri, ingin saling jegal, dan cenderung ingin menang sendiri. Upacara bancakan dimaksudkan untuk menghindari hal tersebut.
Acara kenduren bersifat personal. Undangan yang hadir biasanya terdiri dari kerabat, kawan sejawat, dan tetangga. Mereka berkumpul untuk berbagi suka. Suasananya santai sambil membicarakan teladan yang bisa ditiru, misalnya kenaikan pangkat, lulus ujian, terpilih untuk mengemban amanat jabatan dan beberapa kisah sukses lain. Menu hidangan sedekah kenduren lebih bebas. Hampir tidak ada kewajiban menu tertentu, sehingga suasananya suka dan meriah.
Kata slamet, di tengah-tengah pergaulan orang jawa sangat populer. Pengertian slamet adalah selamat dan terbebas dari segala aral rintangan. Begitu populernya, sehingga banyak orang jawa memberi nama pada anaknya dengan kata Slamet. Misalnya; Slamet Sutrisno, Slamet Raharja, Slamet Riyadi, dan sebagainya. Maksud utama pemberian nama demikian adalah agar anaknya mendapat keselamatan dan kedamaian hidup. Dalam pergaulan sehari-hari sering terdengar pertanyaan, “Piye kabare? Rak padha slamet to?”
Secara umum, kata slamet digunakan untuk melukiskan keadaan, pemberian nama anak, menanyakan kabar seseorang dan menyebut suatu jenis upacara. Karena keselamatan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi manusia, baik di dunia maupun di akhirat.