Saturday, March 12, 2011

Gagasan kepemimpinan dalam RAJAH KALACAKRA


Terdapat gagasan mengenai pegangan seorang pemimpin dalam Rajah Kalacakra. Rajah, berarti tulisan rahasia, kala artinya waktu, dan cakra berarti perputaran. Rajah Kalacakra berarti bacaan / ayat rahasia yang dapat mengatasi perputaran waktu. Waktu demikian cepat berubah, karena itu seorang pemimpin yang memiliki pegangan Rajah Kalacakra akan mampu menyesuaikan dan mengatasi gejolak jaman.
Lirik mantra Rajah Kalacakra berbunyi :
Yamaraja – Jaramaya, Penyerang jadi Pengasih
Menjadi pemimpin bukan untuk semena-mena terhadap anak buahnya, tapi sebaliknya mampu mampu mengayomi dan melindungi anak buah dalam kerangka kasih. Seorang pemimpin hendaknya mampu menguasai berbagai hal yang tak kelihatan (tersamar/maya) demi keselamatan negara / rakyat / anak buah.
Yamarani – Niramaya, Keburukan jadi Jauh
Dalam mendekati hal-hal yang maya tersebut perlu hati-hati. Hal yang maya termasuk di dalamnya setan yang sangat berbahaya sering menggoda pemimpin. Seorang pemimpin yang mampu menaklukkan setan, berarti mampu menaklukkan hawa nafsunya. Setan yang mewujud dalam hawa nafsu adalah musuh tersamar seorang pemimpin.
Yasilapa – Palasiya, Kelaparan jadi Makanan
Pemimpin perlu menyadari bahwa lapar itu dapat mengakibatkan kejahatan (degsiya). Sebaliknya, pemimpin juga harus berani malasiya (menindak tegas) siapa saja yang berbuat kejahatan.
Yamiroda – Daromiya, Pemaksa jadi Pembebas
Seorang pemimpin hendaknya tidak memaksakan kehendak pada rakyatnya, sebaliknya ia harus berani memberikan kebebasan berekspresi baik dalam hal mengemukakan pendapat, beribadah maupun berkelompok.
Yadayuda – Dayudaya, Perang jadi Damai
Pemimpin harus mampu mengatur strategi untuk menyusun kekuatan jika terjadi marabahaya. Keselamatan harus diutamakan. Ia harus berdiri tegak, tak terkotori urusan politik. Dalam mengatur strategi, harus mengutamakan usaha damai agar tidak menimbulkan korban dan kerusakan yang lebih besar.
Yaciyasa – Cayasiya, Celaka jadi Sehat Sejahtera
Tak dapat dielakkan, bahwa bencana maupun kecelakaan mungkin saja terjadi. Maka dari itu, melalui kebijakan-kebijakannya, seorang pemimpin hendaknya dapat mengubah situasi rakyatnya yang sedang dirundung kemalangan karena bencana, menjadi sehat sejahtera seperti sedia kala.
Yamidosa – Sadomiya, Perusak jadi Pembangun
Membangun, tidak hanya dalam hal bentuk fisik negara, tetapi sekaligus akhlak dan sikap mental rakyat. Seorang pemimpin harus dapat membebaskan rakyat dari perbuatan dosa. Pemimpin perlu memikirkan strategi untuk memberantas perjudian, kemaksiatan, narkoba, korupsi, yang dapat membuat rakyatnya lupa akan Allah, Shang Hyang Amurba Gesang.

1 comment:

  1. kalau diamalkan , boleh ga ..
    terus bagaimana cara mengamalkannya ..?

    ReplyDelete

Tanggap wacana :